Sabtu, 27 Januari 2018

Berkunjung ke Taman Wisata Lebah Madu





Assalamu ‘alaikum Sahabat

Ketemu lagi nih,, tetep sehat,,,tetep semangat ya...

Pada hari sabtu kemarin, kebetulan Bunda ada kegiatan di komunitas HSMN yang diikutinnya. O iya bagi yang belum paham, HSMN kepanjangan dari Home Schooling Muslim Nusantara. Sebuah komunitas dimana membernya memlih untuk mendidik putra-putri mereka di rumah daripada mendaftarkan mereka di pendidikan normal.  Insya Allah lain waktu akan saya jelaskan lebih panjang tentang komunitas ini. Namun saat ini saya ingin sharing cerita pengalaman berkunjung ke Taman Wisata Lebah di Komplek Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.


Untuk kesekian kalinya saya mengkuti acara yang diadakan oleh HSMN ini. Acara kali ini bernama Playdate HSMN dengan tema mengenal lebih jauh tentang lebah madu. Jauh-jauh hari kami sudah registrasi, keburu pendaftaran ditutup karena jumlah peserta dibatasi maksimal 50 orang saja. Namun ketika hari H tiba, diketahui bahwa jumlah peserta membludak hingga 200 orang lebih, sehingga harus dibagi perkelompok agar masing-masing sesi dalam acara dapat dinikmati dengan tenang dan tidak berdesak-desakan. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar hingga acara berakhir.

Pada hari jumat malam, saya dan Bunda sudah menyusun strategi untuk esok harinya. Hal ini perlu dilakukan karena beberapa sebab. Pertama, jarak tempat acara yang tidak dekat dan rawan macet. Jadi agar kami bisa tiba tepat waktu, persiapan di rumah harus beres sesuai perhitungan waktu, meski meleset pun tidak terlalu jauh melencengnya. Kedua, berangkat kegiatan dengan mengajak anak kecil pasti berbeda dengan berangkat hanya bersama orang dewasa apalagi seorang diri. Butuh mempersiapkan strategi agar semuanya siap tepat waktu dan barang bawaan tidak ada yang tertinggal. Ketiga, List barang bawaan yang sepertinya tidak sedikit, butuh pertimbangan penting tidaknya item tertentu untuk dibawa dan bagaimana cara membawanya, semua harus dicermati agar tidak rempong ketika acara nantinya hehehe..

Sabtu pagi pun tiba, semula strategi yang semalam sudah direncanakan berjalan tepat waktu, semua sudah siap, namun ternyata ada satu yang diluar dugaan. Danish hingga pukul 05.30 belum juga bangun, masih nyenyak dalam tidurnya...wah wah wah..bisa molor semua ini. Rencana cadangan jika sampai 10 menit lagi belum juga bangun, akan saya angkat dari kasur dan saya pindah ke mobil, otomatis dia berangkat tanpa mandi terlebih dahulu, kasihan sih, tapi cuman ini keputusan terbaiknya. Untung saja selang  lima menit kemudian, Danish sudah bangun. Segera mandi, ganti baju dan siap-siap berangkat.

Sebelum menuju ke lokasi acara, kami sempatkan diri sarapan soto ayam surabaya di daerah perumahan Dukuh Zamrud. Rasa soto di tempat ini memang sip, tak heran tiap pagi rame banget pembelinya. Insya Allah kapan-kapan saya tertarik untuk membahasnya..hehe

Sarapan sudah selesai, langsung kita berangkat menuju ke lokasi acara. Dari daerah Bantar Gebang, kita melaju ke cibubur melalui tol Jati Asih dan belok ke tol jagorawi. Perjalanan di dalam tol cukup lancar, selang tidak sampai satu jam kami sudah keluar dari tol jagorawi dan masuk ke kawasan cibubur. Karena belum tahu pintu masuknya, dan aplikasi Waze yang saya gunakan menunjukkan arah melalui Bumi Perkemahan Cibubur, jadilah kami masuk ke kawasan Bumi Perkemahan Cibubur terlebih dahulu. Beruntung arah yang ditunjukkan Waze cukup tepat, dan sampailah kami ke Wisata Madu, tempat lokasi yang kami tuju.

Masih jam delapan kurang sepuluh menit, kondisi tempat parkir mobil masih agak lengang. Kami segera memilih parkir yang nyaman dan  aman. Setelah memasukkan barang-barang kedalam ransel yang memang sudah kami siapkan, kami pun menuju gerbang masuk Taman Wisata Lebah.





Sambil menunggu Bunda yang sedang registrasi peserta, saya dan Danish berkeliling taman. Terdapat beberapa ayunan dan mainan anak, kolam ikan, air mancur dan air terjun buatan disekitar taman. Hal ini memang harus ada, mengingat yang menjadi pengunjung Taman ini pastilah sebagian besar anak-anak , dan keberadaan fasilitas hiburan semacam ini memberikan suasana keceriaan tersendiri bagi mereka. Setelah selesai registrasi, Bunda menyusul kami yang sedang berada di salah satu ayunan.



Hari sudah mulai siang, peserta yang hadir pun mulai bertambah banyak. Tepat pukul sembilan, acara pun dimulai. Kami berkumpul di sebuah saung permanen untuk pengarahan dan pembukaan. Pada sesi ini dijelaskan susunan acara dan pembagian kelompok, kebetulan kami masuk ke dalam kelompok merah.




Kelompok merah pada sesi pertama mendapat giliran untuk menikmati tayangan tentang video lebah dan beberapa informasi pengetahuan singkat tentang lebah madu. Tempat sesi ini cukup unik, berupa sebuah goa buatan yang diberi nama Goa Trigona. Didalam goa tersebut terdapat ruangan cukup besar, lega dan nyaman, dua buah kipas angin jumbo dan fasilitas proyektor lengkap dengan layar putih besar. Tim pemandu menjelaskan beberapa informasi tentang lebah madu secara singkat. Sekitar 20 menit kemudian, sesi ini berakhir dan kami menuju ke sesi selanjutnya.




Sesi selanjutnya, kami menuju sebuah taman tempat sarang lebah madu berjajar. Tim pemandu kembali memberikan informasi tentang lebah madu, dilanjutkan dengan membuka kotak sarang dan menujukkan kepada kami koloni lebah yang berada didalamnya. Tim juga mempersilahkan jika kami mau berfoto dengan kota sarang tersebut. Karena Danish takut untuk berfoto, maka saya mengumpulkan keberanian untuk menemaninya berfoto




Sesi kedua ini pun berakhir, sampailah pada sesi terakhir. Sesi pengenalan panen madu dan penjualan produk. Di sesi ini diperagakan tentang bagaimana mengambil sarang lebah madu, membersihkan lebah yang masih menempel, sampai dengan memasukkan sarang tersebut kedalam sebuah alat khusus untuk memisahkan madu dari sarangnya. Setelah madu jatuh kedalam alat tersebut, madu langsung disaring dan dikemas tanpa melalui proses apapun lagi. Madu pun siap dijual.




Semua sesi sudah dilewati dan acara pun telah berakhir. Sebelum pulang, kami melihat maskot lebah berjalan dan menyapa anak-anak, Danish pun berfoto bersama sang lebah. 


Setelah sesi foto maskot usai, kami sholat dhuhur terlebih dahulu di musholla. Setelah sholat kami sempatkan mampir ke toko souvenir, dan membeli beberapa kenang-kenangan, Bunda membeli gantungan kunci, dan Danish meminta kincir angin mainan bergambar lebah.




Aktifitas hari ini cukup menguras tenaga, jadi sebelum mobil beranjak dari tempat parkir, kami santap bekal makan siang yang sudah kami siapkan sedari pagi. Setelah habis, kami pun meninggalkan Taman Wisata Lebah.

Nah, sampai disini dulu cerita pengalaman hari ini ya, kapan-kapan lagi kita akan lanjutkan dengan kisah baru lagi.

Semoga bermanfaat

Wassalamu álaikum sahabat

Picture cover :
http://www.faktamadu.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

The Dark Knight

Malam nanti akan berbeda dengan malam-malam pergantian tahun sebelumnya, setidaknya bagiku, bagi kami Bukan ...